Minggu, 16 September 2012

Klasifikasi Dan Ciri Hewan Kelas Aves Berdasarkan Perbedaan Paruh Burung Dan Kaki Burung



1.    Lophura hoogerwerfi (Sempidan Aceh)
Klasifikasi
Kingdom    : Animalia
Phylum    : Chordata
Classis        : Aves
Ordo        : Galliformes
Familia    : Phasianidae
Genus        : Lophura
Species    : Lophura hoogerwerfi
Deskripsi Umum:
 
Lophura hoogerwerfi
Tubuh berukuran besar (± 40-50 cm), berwarna gelap. Betina mirip sekali dengan sempidan sumatera, hitam kebiruan mengilap dan tanpa jambul. Tetapi punggung lebih coklat, tubuh bagian bawah kurang coklat dan seluruhnya bercoretkan hitam. Terlihat lebih seragam tanpa pola sisik pada bulu tengah yang berwarna pucat yang terdapat pada sempidan Sumatera. Tubuh bagian bawah coklat kekuningan, tengorokan keputih-putihan, ekor hitam. Paruh abu-abu biru, kulit muka gundul merah, kaki biru tua. Kebiasaan hidup di pegunungan, dalam kelompok kecil dengan satu jantan dan beberapa betina. Dikenal dari Sumatera Utara di hutan pegunungan antara ketinggian 1200-2000 m. Status taksonomi belum pasti, oleh beberapa pakar mungkin dimasukkan sebagai ras dari Sempidan Sumatera

2.    Epimachus fastuosus (Paruh sabit Kurikuri)

Klasifikasi:

Kingdom    : Animalia
Filum        : Chordata
Kelas        : Aves
Ordo        : Passeriformes
Famili        : Paradisaeidae
Genus        : Epimachus
Spesies    : Epimachus fastuosus

Deskripsi Umum:

 
Epimachus fastuosus
Paruh sabit Kurikuri atau dalam nama ilmiahnya Epimachus fastuosus adalah sejenis burung cendrawasih yang berukuran besar dari genus Epimachus. Burung ini memiliki paruh hitam melengkung seperti sabit dan berekor panjang. Burung jantan dewasa merupakan salah satu burung terbesar di antara burung cendrawasih. Jantan berukuran sekitar 110cm yang termasuk bulu ekor hiasan berwarna biru ungu dengan ujung runcing dan sangat panjang. Bulu bagian atas berwarna hitam keunguan, kepala dan punggung berwarna biru hijau, tubuh bagian bawah berwarna hitam, coklat, dan ungu di sekitar dagu dan leher, iris mata merah, kaki hitam keabuan dan bagian dalam mulut berwarna kuning terang. Pakan burung Paruh-sabit Kurikuri terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.





3.    Geopelia striata (perkutut)
Klasifikasi:

Kerajaan:    Animalia      
Filum:    Chordata      
Kelas:    Aves      
Ordo:    Columbiformes      
Famili:    Columbidae      
Genus:    Geopelia      
Spesies:    Geopelia striata   


Deskripsi Umum:
·    Paruhnya panjang meruncing dengan berwarna biru keabu-abuan.
·    Jari-jari perkutut berjumlah 8 dengan kuku-kuku yang runcing.Jadi jumlah jari sebelah kaki adalah 4. Tiga dari empat jarinya ada di depan dan sebuah jari di belakang. Jari-jari perkutut berguna untuk bertengger.   
4.     Leucopsar rothschildi (Jalak Bali)
Klasifikasi:
Kingdom    : Animalia
Filum        : Chordata
Kelas        : Aves
Ordo        : Accipitriformes
Famili        : Sturnidae
Genus        : Leucopsar
Spesies    : Leucopsar rothschildi

Deskripsi Umum:

Burung ini tidak lebih dari 25 cm, berbulu putih bersih dengan ujung ekor dan sayap berwarna hitam. Bulu Sebagian besar bulu Jalak Bali berwarna putih bersih, kecuali bulu ekor dan ujung sayapnya berwarna hitam.Mata Mata berwarna coklat tua, daerah sekitar kelopak mata tidak berbulu dengan warna biru tua.Jambul Burung Jalak Bali mempunyai jambul yang indah, baik pada jenis kelamin jantan maupun pada betina.
Kaki Jalak Bali mempunyai kaki berwarna abu-abu biru dengan 4 jari jemari (1 ke belakang dan 3 ke depan).Paruh Paruh runcing dengan panjang 2 - 5 cm, dengan bentuk yang khas dimana pada bagian atasnya terdapat peninggian yang memipih tegak. Warna paruh abu-abu kehitaman dengan ujung berwarna kuning kecoklatcoklatan.

5.     Cisticola juncidis (Cici padi)
Klasifikasi:
Kerajaan    : Animalia
Filum        : Chordata
Kelas        : Aves
Ordo        : Passeriformes
Famili        : Cisticolidae
Genus        : Cisticola
Spesies    : Cisticola juncidis

Deskripsi Umum:
Cici padi adalah nama sejenis burung pengicau yang bertubuh kecil mungil. Di musim berbiak, burung jantan kerap terbang tinggi, naik turun dan berputar-putar di suatu tempat sambil berbunyi-bunyi khas untuk menarik perhatian betinanya. Suaranya dik-dik.. dik-dik atau zit-zit ..zit-zit berulangulang. Karenanya, dalam bahasa Inggris dinamai sebagai Zitting Cisticola.

Cisticola juncidis

Berukuran kecil, panjang tubuh dari ujung paruh hingga ujung ekor sekitar 10 cm. Sisi atas tubuh kecoklatan bergaris-garis atau bercoret kehitaman, sisi bawah tubuh agak pucat; lebih putih daripada Cici merah. Tungging kuning tua kemerahan dengan ujung ekor berwarna putih menyolok. Ekor kerap digerak-gerakkan menutup dan membuka serupa kipas, sehingga burung ini juga dinamai Fan-tailed Warbler. Alis putih, sisi leher dan tengkuk berwarna pucat. Iris mata coklat, paruh coklat, kaki putih sampai kemerahan. Menghuni padang rumput dan persawahan, terutama dekat air. Pemalu, jarang terlihat kecuali pada musim berbiak, di mana burung jantan sesekali keluar untuk memikat betinanya. Memangsa aneka jenis serangga, Cici padi lebih banyak menjelajah di sela-sela kerimbunan batang-batang rumput yang tinggi. Di Indonesia didapati di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Di Sumatra, Jawa dan Bali umum terdapat sampai ketinggian 1.200 m dpl.
6.    Cisticolidae prinia (ciblek)
Klasifikasi:
Kerajaan    : Animalia
Filum        : Chordata
Kelas        : Aves
Ordo        : Passeriformes
Famili        : Cisticolidae
Genus        : Prinia
Spesies    : Cisticolidae prinia

Cisticolidae prinia
Burung kecil ramping, dengan panjang total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 13 cm. Hampir seluruh sisi atas badan berwarna coklat hijau-zaitun. Tenggorokan dan dada putih, perut dan pantat kekuningan. Sisi dada dan paha keabu-abuan. Ciri khasnya sayap dengan dua garis putih, serta ekor panjang dengan ujung berwarna hitam dan putih. Paruh panjang runcing, sebelah atas berwarna kehitaman dan sebelah bawah kekuningan. Kaki langsing dan rapuh berwarna coklat kemerahan atau merah jambu. Kebiasaan dan penyebaran Burung yang ramai dan lincah, yang sering ditemui di tempat terbuka atau daerah bersemak di taman, pekarangan, tepi sawah, hutan sekunder, hingga ke hutan bakau. Juga kerap teramati di perkebunan teh. Ekor yang tipis digerakkan ke atas saat berkicau. Mencari mangsanya yang berupa aneka serangga dan ulat, perenjak jawa berburu mulai dari permukaan tanah hingga tajuk pepohonan. Burung ini membuat sarangnya di rerumputan atau semak-semak hingga ketinggian sekitar 1,5 m di atas tanah. Sarang berbentuk bola kecil dianyam dari rerumputan dan serat tumbuhan.


7.    Cacatua alba (Kakak Tua Putih)

Klasifikasi:

Kerajaan    : Animalia
Filum        : Chordata
Kelas        : Aves
Ordo        :
Famili        : Cacatuinae
Genus        : Cacatua
Spesies    : Cacatua alba

Deskripsi Umum:

Cacatua alba
Kakatua adalah kelompok burung yang mudah dikenali dari ciri fisiknya: paruh atas yang lebih membengkok dan kuat serta tipe jari kaki zygodactyl (dua jari ke depan dan dua mengarah ke belakang). Berbeda dengan paruh bengkok lain, kelompok kakatua memiliki jambul dan warna bulu dominan yang kurang beragam, seperti putih, hitam, abu, dan kombinasinya.

8.    Dinopium javaneuse (Burung Pelatuk)

Klasifikasi:

Kerajaan    : Animalia
Filum        : Chordata
Kelas        : Aves
Ordo        : Piciformes
Famili        :
Genus        :Dinopium
Spesies    : Dinopium javaneuse

Deskripsi Umum:

Dinopium javaneuse

Burung pelatuk memiliki jari kaki sangat unik. Ada jenis pelatuk yang berjari kaki empat dan ada yang berjari tiga. Yang berjari empat memiliki susunan jari sama seperti betet, nuri, dan kakatua. Dua mengarah ke depan dan sisanya mengarah ke belakang. Yang berjari tiga memiliki susunan jari dua mengarah ke depan dan satu ke belakang. Kaki pelatuk memiliki kemampuan yang luar biasa dalam hal memanjat. Burung ini dapat berjalan pada batang pohon yang tegak lurus.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar